人无千日好,花无百日红

“There is no person that has 1000 good days in a row, and no flower that stays red for 100 days.”

edit + moodboard ©️ vinttagecafe on tumblr

PROFILE

Full NameHwang Yerin
Hangul황예린
Chinese NameHuang Yifei
Chinese Character黄亦菲 (pronounced: huáng î féi̯)
GenderFemale
BirthplaceSeoul, South Korea
Date of BirthMay 14th, 1998
NationalityKorean
EthnicityKorean―Chinese
Spoken LanguageKorean, English, Chinese
OccupationCollege Student
StudySilla University
MajorDepartment of Creative Writing and Literary Criticism
Side JobRight-hand of A Certain Prosecutor
Affectional OrientationHeteroromantic
Sexual OrientationDemisexual
Zodiac Sign
Chinese Zodiac🐅

Physical Information

Height162 cm (5 ft 3¾ in)
Weight43 kg (94 lbs)
Body TypeSlim
Skin ToneLight
UndertoneWarm
Facial ShapeOval
Eyes ColorBrown
Skin TypeCombination
Hair ColorBrown; sometimes colored blonde
Hair TypeLong Straight―often styled curly
HandednessAmbidextrous
BirthmarkLeft elbow
Tattoos-
PiercingEarlobe
Blood TypeA
RhesusPositive

TRIVIA

Rambut aslinya lurus, tetapi sering kali ia keritingkan dengan beberapa alasan―salah satunya agar terlihat berbeda saat menjalankan tugasnya yang lain.Suaranya yang agak berat kerap kali membuat orang yang pertama kali berbicara dengannya terkejut.Agak terobsesi dengan kebersihan, setidaknya untuk dan kepada dirinya sendiri. Maka dari itu, dirinya selalu membawa gel pembersih tangan dalam tasnya. Untuk berjaga-jaga, katanya.Suka dengan kucing, dan jika melihat satu di jalan akan langsung mendekat dan mengusap-usap dengan tangannya sembari berbicara dengan suara yang dihaluskan.Tidak bisa memasak, dan ingin mencoba sewaktu-waktu. Sayangnya ia terlalu sibuk―sibuk berleha-leha, iya.Menyukai madu, dan sudah menjadi kebiasaannya untuk meminum sesendok madu setiap paginya.Sedari dulu, suka membaca novel terutama yang ber-genre misteri. Sayangnya, sejak ia masuk kuliah, ia kesulitan untuk menemukan waktu luang untuk membaca. Pun seringnya merasa terlalu malas sebab terbiasa di’paksa’ membaca buku ataupun jurnal yang jika ia bisa tak ingin dibacanya.Sudah pernah mencoba alkohol, dan amat tidak menyukai rasanya. Oleh karena itu, ia belum mengetahui toleransi alkoholnya sampai sejauh mana.Menghargai rutinitas serta waktu kosong.Ayahnya membekali ia dengan semprotan merica untuk proteksi jikalau keadaan mulai berada di luar kendalinya.Jika tidak sedang bertugas dan akan berjalan sendirian, ia selalu menyiapkan earphone yang nantinya akan tersambung dengan ponsel. Ia akan mendengarkan musik dengan volume cukup keras sehingga terkadang tak mendengar saat seseorang memanggil namanya.Mengklaim bahwa dirinya tidak percaya cerita serta sosok mistis. Sayangnya, ia akan seketika menjerit ketika dihadapkan pada gambar mengerikan.

ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤJob Description

A Short Description regarding her job

ㅤAyahnya ialah seorang jaksa penuntut umum yang bertugas sebagian besarnya di ibu kota; Seoul. Namun seringkali pula dirinya dipanggil untuk menyelesaikan sidang yang belum selesai di bagian kota yang lain.

ㅤDalam menjalankan pekerjaannya yang bak tanpa celah, sang ayah memerlukan sedikit dorongan serta bantuan dari berbagai pihak. Hal tersebut didapatkan baik dari sumber legal yang juga diberikan kepada pihak pengacara, atau cara kotor sekalipun.

ㅤDemi memiliki berkas-berkas rahasia tersebut pula, diharuskan untuk dirinya bertemu secara langsung dengan mereka yang ditugaskan. Sebab kesibukannya, terkadang sulit bagi jaksa tersebut untuk meluangkan waktu.

ㅤOleh karena itu, Yifei-lah yang menjadi penggantinya.

ㅤPada awalnya, tugas ia hanyalah menerima serta mendistribusikan kembali sebuah dokumen tertentu kepada sang ayah. Semudah itu, walau sering kali ia menemui gangguan semacam dimana seseorang tak sadarkan diri tepat di hadapan dan menunggu ia lengah. Sebab rupanya, lawan sang ayah sudah banyak yang mengetahui akal busuk pria itu.

ㅤTingkatan yang lebih ekstrem untuk dirinya kerjakan ialah menghalangi seseorang―biasanya saksi utama―untuk datang setidaknya tepat waktu ke persidangan. Bahkan hingga menghilangkan nyawa seseorang agar sebuah kasus tak begitu ditelaah lebih lanjut melalui mata kebenaran.

HISTORY

ㅤAlkisah, Huang Jinglei berhasil melewati persalinan seorang diri setelah dirinya hamil dari seorang partner one night standnya. Tetangga di tempat tinggal barunya adalah pasangan manula yang gemar mengajaknya bicara bak anak sendiri, mereka pun banyak membantu ketika dirinya membutuhkan. Wanita tegar itu mengurus serta mengawasi perkembangan serta pertumbuhan sang buah hati, memastikan si gadis kecil mendapatkan segala nutrisi dan kebutuhan yang dibutuhkan. Dan hanya dengan hidupnya yang sederhana tersebut, ia sudah sangat bahagia. Di saat itu, hal tersebut ialah lebih dari cukup untuknya.


ㅤSedari kecil, Yifei sadar bahwa ia hanya punya seorang ibu yang dengan sabar dan telaten mengurusnya hingga tumbuh dan berkembang mendekati kedewasaan. Pernah dirinya berkali-kali bertanya, perihal keberadaan seorang dewasa satu yang seharusnya mendampingi―seorang ayah. Namun ibunya selalu menghindar, mengalihkan topik secepat yang bisa dilakukan. Dari sana, si gadis mengerti. Bahwa mungkin tak seharusnya ia menanyakan hal tersebut lagi dan lagi. Dan suatu hari setelahnya, she gave up on trying. Jika menurut sang ibu ialah tak perlu kuriositasnya diteruskan, maka itulah yang akan dilakukannya.

ㅤTidak sampai seorang pria berjas tiba-tiba muncul di depan pintu rumahnya, yang langsung diminta pergi oleh sang ibu padahal mereka baru sebentar bicara. Yifei belum tahu, siapa lelaki yang baru saja melangkahkan kaki pergi dari sana. Dan melihat dari ekspresi kelam sang ibu, ia mengerti bahwa ia tak diperbolehkan untuk bertanya. Oleh karena itu, ia memendam lagi dan lagi keinginannya untuk mengaju pertanyaan atau sekadar mencaritahu dari sana sini. Esok harinya, hal yang sama terulang. Lelaki itu kembali memilih pergi, setelah melihat dirinya berada di dalam. Kali itu, ia memberanikan diri untuk bertanya. Yang hanya dijawab oleh senyuman pahit disertai peluk erat oleh sang ibu. Yifei tak mengerti. Sungguh tidak mengerti apa maksud dari ‘jawaban’ yang diberi. Meski begitu, ia tak lagi mengangkat topik. Membiarkannya hanyut bersama keingintahuan.

ㅤGadis muda itu hanya tidak tahu, akan apa yang menunggunya di kemudian hari.


ㅤIa ingat betul, dirinya baru saja pulang sekolah. Sore mendekati malam. Pintu depan tidak dikunci, malah nampak agak membuka. Tanpa curiga, sosok mudanya masuk sembari memanggil-manggil ibu. Seluruh penerangan dimatikan, membuatnya kesulitan untuk menampak apa yang berada di depannya. Ketika saklar lampu ditemukan, ia takkan pernah bisa melupakan pemandangan ruang depan kala itu.

ㅤDi sana.

ㅤDi atas sofa.

ㅤIbunya.

ㅤㅤBerbaring lemah dengan luka pada leher.

ㅤIa menjerit, segera menghampiri wanita yang selama ini seorang diri menghidupinya. Menggenggam tangan serta bertanya-tanya apa yang baru saja terjadi sembari berurai air mata.

ㅤManik Jinglei teralih padanya, dan senyum lemah ditunjukkan. Tangan menggenggam balik tangannya lembut, dan ia menyebutkan nama gadis itu sebelum terkulai.

ㅤMimpi buruk pun terus menghantui setiap malamnya semenjak itu.


ㅤIbunya adalah satu-satunya keluarga yang ia punya. Wanita itu tak pernah mengenalkan sanak keluarga yang mungkin bagian dari sebuah keluarga besar. Yang ia tahu hanyalah sang ibu merupakan warga China sebelum memutuskan untuk pindah ke Korea Selatan untuk alasan yang tidak diketahuinya. Untuk pihak sang ayah, ... apalagi yang itu. Nol besar. Ia tidak tahu apa-apa soal ayahnya.

ㅤHingga di hari pemakaman, si pria berjas menghampirinya. Mengajaknya berbicara, dan memberikan sebuah kartu nama. Mengatakan bahwa ia sesungguhnya bagian dari keluarganya, dan jika ia ingin mengetahui lebih banyak, maka ia harus pergi ke tempat pria tersebut. Mengenai apakah Yifei akan ke sana atau tidak, segala keputusan diserahkan kepada gadis yang baru akan menginjak usia dewasa tersebut.

ㅤPerlu beberapa hari sebelum si gadis Huang memutuskan untuk menginjakkan kaki di depan sebuah rumah megah tak terdefinisi, membunyikan bel yang kemudian dijawab melalui intercom. Ia menyebutkan nama kemudian, lalu menunggu pintu dibuka oleh seorang asisten rumah tangga yang membawanya kepada ruangan pria yang sewaktu itu mengenalkan diri serta mengajaknya bicara di pemakaman Jinglei.

ㅤSemenjak itulah ia tahu, pria itu adalah ayahnya.


ㅤYifei tak begitu saja menerima dengan mudah informasi yang dipaksakan kepadanya, dan walau barang-barangnya sudah berada di rumah yang sama dengan pria yang mengaku sebagai ayahnya, ia masih belum sepenuhnya bisa menerima kenyataan. Pun dirinya setengah membenci sang ayah yang terlambat datang ke kehidupan mereka. Sekarang, ibunya telah tiada. Hanya dirinya sendiri di dunia. Dan lelaki itu dengan entengnya muncul seakan dosa di lampau otomatis terhapuskan.

ㅤJaesung―sang ayah―adalah seorang jaksa, yang terkenal ‘bengis’ sebab tak membiarkan satupun tersangka di kursi pengadilan lolos dengan putusan tidak bersalah. Meski begitu, di hari-hari biasa, pria itu hanyalah ... manusia. Entahlah, Yifei sendiri tak tahu bagaimana mendeskripsikan perihal perilaku yang terlampau biasa di kehidupan sehari-harinya. Not that she knew, that she needed to learn so much more to understand what had been happening behind everyone’s back.


ㅤSingkat cerita, ia sudah cukup lama tinggal bersama sang ayah. Perlahan-lahan pula, dirinya mulai bisa menerima kenyataan yang disediakan takdir di hadapannya. Ia menjalani hari seperti biasa pula, pulang ke rumah untuk beristirahat tanpa gangguan sebab sang ayah lebih banyak menghabiskan waktu di luar entah untuk apa. Yifei sama sekali tak ingin tahu menahu, toh bukan urusannya. Tak perlu ia terlalu ikut campur.

ㅤPun suatu hari, kehadirannya dibutuhkan di ruang kerja sang ayah. Ayahnya menjelaskan perihal sebuah berkas kasus yang akan ditanganinya di pengadilan beberapa waktu ke depan, dan ia membutuhkan bantuan si gadis untuk membawa sebuah berkas kepada seseorang. Pria itu menambahkan, bahwa mungkin akan agak sulit baginya menjalankan tugas yang diberi, tetapi yakin ia bisa melakukannya.

ㅤSesungguhnya ia pun tak begitu mengerti, tetapi menyanggupi kemudian. Tidaklah dirinya tahu, bahwa terdapat banyak tantangan setelah berkas itu berada di tangannya. Entah mengapa, dirinya merasa bahwa orang-orang mengintainya. Membuatnya merasa tertekan. Terus-terusan mencoba mendistraksinya. Sedari sana, ia mencoba untuk terfokus pada tujuan semata; memberikan berkas di tangan kepada orang yang tepat.

ㅤKeberhasilannya kemudian mendapat tepuk tangan dari sang ayah begitu ia kembali pulang untuk melaporkan apa yang terjadi. Rupa-rupanya, berbagai hal barusan ialah tes untuknya, demi menjadi orang kepercayaan si pria.

ㅤHari demi hari lantas dilaluinya dengan mengantarkan berkas-berkas kepada seseorang di sisi lain. Membuatnya paham betul apa yang sedang terjadi serta apa yang tengah dilakukannya. Yang dirinya tak keberatan untuk dilakukan hingga di kemudian hari, pangkatnya menaik.

ㅤIa jadi mesti melakukan hal-hal kotor semacam menyingkirkan seseorang agar tak hadir di persidangan, dan lain sebagainya. Tanggung jawab sebesar itu, lantas membuatnya punya hak untuk mengaduk-aduk isi berkas yang disembunyikan sang jaksa di ruang kerja pribadi. Di sana, dirinya menemukan fakta yang ... mengejutkan. Perihal kasus sang ibu yang berakhir dengan stempel kasus bunuh diri. Nyatanya, terdapat seseorang yang dicurigai sebagai tersangka; ayahnya sendiri.

ㅤMembaca berkas tersebut benar-benar, gelembung emosi meletup-letup dalam dada. Keinginan untuk menghabisi pun berkali-kali melintas benak, membuat ia harus menahan diri agar tak beranjak segera dari sana. Sebab berhadapan dengan pejabat seberbahaya ayahnya sekarang, hanya akan berakhir seperti bunuh diri. Ia tak sebodoh itu. Orang bilang, keep your friend close to you but your enemy closer. Dan itulah yang akan dilakukannya.

ㅤDi suatu hari lain, ia kembali mendapatkan tugas. Untuk menyingkirkan seseorang. Nyawa seseorang. Membunuh. Ayahnya beralasan, bahwa ini hanya sesekali terjadi. A special case. Instruksi bagaimana ia harus menjalankan aksinya, sudah tertulis pada selembar kertas yang nantinya harus ia bakar setelah paham benar akan apa yang perlu diperbuat. Namun bukan itu yang membuatnya terkejut untuk kesekian kali. Ialah nama seorang kawan dekat yang menjadi sasarannya malam itu.

ㅤIa memprotes sekali, mengatakan takkan bisa ia melaku hal tersebut. Yang kemudian tidak digubris sama sekali oleh sang ayah. Pada akhirnya, ia mengeksekusi rencana. Memancing sang kawan untuk terbawa alur yang ditulis si dalang keparat dan membuatnya terlihat seperti kecelakaan atau bunuh diri. Ia menangis kala itu. Setelah menyelesaikan tugasnya dan memastikan bahwa sang kawan tak lagi bergerak, ia sempat meraung. Meninggalkan tubuh tak bernyawa gadis satunya pun butuh keberanian besar.

ㅤSemenjak saat itu, ia bersumpah kepada dirinya sendiri. Juga kepada ibu serta sang kawan yang telah tiada, bahwa suatu saat nanti ia akan bisa mengakhiri perjalanan si jaksa korup walau itu akan menerbangkan nyawanya.

Saat ini, Yifei kurang lebihnya menjalani kehidupan di Silla tanpa terlalu banyak terlibat dengan urusan sang ayah. Meskipun hal tersebut agaknya menimbulkan kecurigaan, tetapi ia memilih membiarkan sembari diam-diam berpikir akan seperti apa nantinya.

ㅤIa bertemu, berinteraksi, menghindari berbagai macam orang di kota ini. Salah satu yang paling berpengaruh dalam perjalanan hidupnya ialah kasus pelecehan yang melibatkan seorang gadis kecil di mana ia mesti berhadapan dengan sulitnya membawa diri dengan berbagai situasi. Dalam kasus tersebut, ia banyak menghabiskan waktu dengan opsir Hwang. Yang saat ini, tak banyak lagi bertukar kabar dengannya. Namun gadis kecil dalam kasus tadi menjadi sering ia kunjungi, pun sedikit banyak menggeser perspektifnya akan beberapa hal.

PERSONALITY

MBTIEnneagramFour Temprament
ENFJ-TType 6―The loyalistMelancholic

ㅤSeorang gadis indecisive yang biasanya perlu mendapat saran dari orang lain sebelum memutuskan sesuatu. Terhitung pemalu pada orang baru, terlebih karena suaranya yang membuat ia merasa tak percaya diri most of the time. Selalu ingin membuat orang lain senang, dan sering sekali tak bisa untuk berkata tidak pada mereka yang membutuhkan bantuannya. Tends to overthink a lot after making mistakes, eventhough she has been telling herself that it is just humane to make mistakes. Jika sedang ‘bekerja’, ia takkan banyak memerdulikan sekitar. Sebab biasanya apa yang hendak dilaku membutuhkan fokusnya benar-benar. Punya kuriositas yang cukup tinggi, dan biasa mengikuti instingnya dalam melakukan sesuatu. Jenis orang yang tidak mudah marah meski seseorang menyikutnya di keramaian.

Update: Jika diperlukan, pun situasinya sulit, ia dapat memaksa diri membuat keputusan.

FAMILY & RELATIONS

Seorang jaksa yang dikenal tak kenal ampun pun punya track record tidak pernah membiarkan pelaku di pengadilan lolos tanpa putusan bersalah.Seorang ayah yang cenderung tidak peduli pada urusan 'keluarga', dan lebih mengedepankan urusan karir serta apapun yang bisa menunjangnya.Sempat jatuh cinta pada Jinglei, namun memilih menguburnya dan menganggap perasaan tersebut sebagai sesuatu yang timbul akibat dirinya terbawa perasaan. Juga sempat memerjuangkan kesalahannya kepada si wanita yang sayangnya dibalas tidak baik. Oleh karena itu, dirinya memilih jalur lain.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤStatus: Alive


Wanita bayaran yang harganya setinggi langit, pun pelanggannya biasanya berasal dari kalangan atas.Fell in love at the first sight to Jaesung, though she knew nothing about him at that time.Amat menyayangi Yifei to the point that she wanted her to leave out of her real father's grasp for she knew how risky it is to stay beside him.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤStatus: Deceased


Seorang adik tingkat di kampusnya, yang kata kebanyakan orang sulit sekali didekati. Gadis Jepang yang latar belakangnya tak banyak orang tau. Rupanya pun menyimpan rahasia kecil, yang setelah lama pendekatan baru diungkapnya. Kini juga mengetahui pekerjaan kotor yang diberian kepada Yifei, dan mereka menjadi kawan dekat setelahnya.Cenderung skeptis dan tidak neko-neko, pun akan mengucap apa yang berada dalam pikirnya secara gamblang nan mungkinnya menyakitkan.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤStatus: Alive


Adalah seseorang yang mulai dirinya hargai eksistensinya, dalam artian yang mungkin lebih dari sekadar kawan. Mereka bertemu di pertemuan Tahun Baru China, yang mana 'menjodohkan' keduanya dengan medium permainan. Setelah itu pun keduanya kerap bertemu dalam beberapa situasi, hingga menumbuhkan asa asing dalam dirinya. Entah bagaimana takdir akan menuntun dua anak manusia ini nantinya.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤStatus: Alive

DISCLAIMER

All media used in these pages belong to their respectful owner, while some edits are done by the writer of this site.Moodboard on the sectional page was made by vintagecafe on tumblr.Of what are written regarding this character all come purely from the writer's imagination with some internet references. Similarity is highly a coincidence.
P.S. If you're the owner of the media used here and want your media to be taken down, please deliver your words politely to the Direct Message.

WRITER'S NOTE

ㅤㅤDing dong! Hello there, people! This is Yifei's writer speaking. Thank you very much for reading up to here. I really hope and look forward to our character's future interaction!
ㅤㅤPlease do not hesitate to knock or even smash my Direct Message in case you need something or that you have something to talk about or you want to have a friendly chit chat. Worry not, Yifei and I only bite our significant other!